PERNYATAAN SIKAP KOALISI MASYARAKAT SIPIL TERHADAP KEKERASAN DI TAMANSARI


USUT TUNTAS KEKERASAN DAN PENYERANGAN TERHADAP WARGA DAN PEMBELA HAM DI TAMAN SARI


Kamis, 11 Februari 2021 warga korban penggusuran paksa Taman Sari, Bandung, yang sedang berjuang mempertahankan hak tempat tinggalnya diserang orang tak dikenal berpakaian preman dan sebagian di antaranya diduga kuat merupakan pekerja proyek rumah deret PT Sartonia Agung. Sekelompok orang tak dikenal tersebut melakukan penyerangan dengan membawa senjata tajam dan tumpul, seperti kayu balok, besi, linggis.


Penyerangan disertai dengan tindakan mengancam dan mengintimidasi warga, pembela HAM dan jurnalis yang bertugas.


Bentuk-bentuk tindakan orang tak dikenal yang melakukan penyerangan merupakan tindak kejahatan dan pelanggaran hukum serta pelanggaran HAM, antara lain:


1. Merusak tanaman pangan yang menjadi sumber makanan sehari-hari warga korban penggusuran paksa;

2. Mengusir paksa warga korban dan menutup akses tempat tinggal warga dengan membuat pagar dari seng;

3. Menyerang warga dan para Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) yang tengah mendampingi bertugas, salah satunya seorang Pembela HAM sekaligus Paralegal PBHI Jawa Barat yang didorong, dicakar, ditendang, dijambak lalu kepalanya juga dihantamkan ke tembok dan mengeluarkan banyak darah, serta robek dan harus mendapatkan jahitan di bagian kepala, hingga harus dilarikan ke UGD rumah sakit;

4. Melakuka pelecehan seksual secara verbal seperti, “Pantesan kamu gak laku-laku, gak kawin”, “Dari pada kamu foto-foto (dokumentasi) mending kamu berduan aja sama aku sini saya bayar”, “Kamu Pendek, buleud kayak Pikacu”


Tindakan barbar penuh kekerasan yang orang tak dikenal tersebut menyebabkan warga luka-luka hingga mengakibatkan lebam pada wajah dan badan.


Menurut keterangan warga, saat kejadian berlangsung terdapat beberapa petugas keamanan yang berjaga, namun membiarkan tindak kekerasan yang terjadi. Tindakan pembiaran ini mengindikasikan adanya kerjasama yang terorganisir dari pihak yang berkepentingan atas proyek rumah deret PT Sartonia Agung.


Bentuk serangan seperti ini juga turut menambah panjang daftar kasus serangan terhadap Pembela HAM dan Paralegal yang mengalami peningkatan setiap tahunnya.



Oleh karena itu, kami:


1. Menuntut Presiden c.q Kementerian PUPR c.q Gubernur Jawa Barat c.q Walikota Bandung untuk menghentikan penggusuran paksa yang melanggar hak asasi manusia dan menjamin hak atas tempat tinggal bagi warga korban penggusuran paksa di Taman Sari, Bandung;


2. Mendesak Kepolisian (Polda Jawa Barat dan Polres Bandung) untuk mengusut tindak kejahatan kekerasan da pelanggara hukum yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal yang sebagian diduga kuat pekerja proyek rumah deret PT Sartonia Agung;


3. Mendesak Komisi Nasional Perlindungan Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk segera mengusut tuntas pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi, mulai dari penggusuran paksa, pengrusakan, kekerasan terhadap warga dan jurnalis, hingga serangan terhadap Pembela HAM dan Paralegal;


4. Menindak tegas dugaan kuat keterlibatan pihak swasta yang berkepeningan atas proyek rumah deret, yakni PT. Sartonia Agung yang diduga telah memerintahkan pekerjanya untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap warga dan pembela HAM;


Kami, Individu dan/atau Organisasi Masyarakat Sipil, mendukung penyelesaian kasus Taman Sari, dan mengusut tuntas tindakan kekerasan yang terjadi, sebagai berikut:


1. Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI)

2. YLBHI

3. LBH Masyarakat

4. KontraS

5. Amnesty International Indonesia

6. LeIP

7.Pil-Net

8. PSHK

9. ELSAM

10. ICJR

11. IJRS

12. LBH Jakarta

13. LBH Pers

14. Centra Initiative

15. IMPARSIAL

16. SETARA Institute

17. Public Virtue

18. Yayasan Perlindungan Insani

19. Konfederasi KASBI

20. LIPSedane

21. KAMMI Komisariat Brawijaya

22. Front Aksi Mahasiswa Sumenep

23. BEM FH UI

24. LBH Disabilitas

25. Front Mahasiswa Kerakyatan

26. BEM STHI Jentera

27. INISIATIF SOSIAL untuk Kesehatan Masyarakat

28. Lingkar studi Advokat Bandung

29.KATARSIS

30. Local Initiative for OSH Network

31. Jaringan Kerja Gotong Royong.

32. Federasi Serikat Buruh Karya Utama ( FSBKU)

33. Konfederasi Serikat Nasional ( KSN)

34. Partai Rakyat Pekerja ( PRP)

35. LBH Bandung

36.Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI)

37. SBM F- Sebumi

38. Suara Perempuan Bandung

39. Koalisi rakyat untuk hak atas air ( KRuHA)

40. Paralegal Jawa Barat

41. Sajogyo Institute

42. Rumah Cemara

43. AJI Kota Bandung

44. Solidaritas Perempuan

45. DPP GMNI

46. Asosiasi LBH APIK Indonesia

47. HRWG

48. Pembebasan Bandung

49. Martifa Woodcut

50. BEM STIKIP PGRI Sukabumi

51. HMI Komisariat Syariah Unisba

52.HMI Komisariat Ilmu Terapan Telkom

53. LPM Canopy Fakultas Pertanian UB

54. LPM Warta JITU FKIP ULM

55. Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI)

56. Front Santri Melawan Kekerasan Seksual (For Mujeres)

57. Kolektif Cerita

58. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Jawa Timur

59. BEM Universitas Negeri Semarang

60. Aksi Kamisan Semarang

61. Gusdurian Semarang

62. Wahana Baca Pasuruan

63. LPM AL-FIKR UNUJA

64. Perpustakaan Jalanan Vespa Literasi

65. LPM Progress (Unindra)

66. Aliansi Mahasiswa Papua

67. LPM Daunjati ISBI Bandung

68. Komunitas Sastra Buah Batu (KSBB) Bandung

69.Performance Now Indonesia

70. Front Nahdlyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA)

71. Coklektif.com

72.Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan UPI (UKSK UPI)

73. LAMRI SURABAYA

74. Lingkar Solidaritas UNAIR (LiSo UNAIR)

75. Kader Hijau Muhammadiyah

76. LPM Obsesi (IAIN Purwokerto)