• Admin

Laporan TPF Kondisi Migran Indonesia yang Dideportasi selama covid-19 dari Malaysia ke Indonesia



Laporan ini adalah hasil penelusuran tim pencari fakta Koalisi Buruh

Migran Berdaulat (KBMB) mengenai pemulangan lebih dari

1082 (data Juni-September 2020) buruh migran Indonesia pada

masa pandemi Covid-19, dari Sabah, di Malaysia, ke Indonesia. Laporan

membatasi pengamatan pada kurun Desember 2019 hingga September

2020. Namun demikian, gelombang pemulangan buruh-buruh migran

Indonesia beserta keluarganya, secara mencolok sebagian besar

adalah buruh perkebunan sawit, masih berlangsung hingga laporan ini

dituliskan.


Tim mengamati bahwa penanganan Covid-19, baik di Sabah, Malaysia,

maupun di Indonesia, telah mengabaikan keselamatan dan hak asasi

manusia dari buruh migran Indonesia beserta keluarganya. Alih-alih

pemulangan segera ke Indonesia, buruh-buruh migran yang tidak memiliki

dokumen mengalami penahanan berkepanjangan di Pusat Tahanan

Sementara (PTS), atau Depo Imigrasi, di Sabah, Malaysia karena

prosedur deportasi yang rumit. Pemulangan segera juga terhambat

oleh keputusan pemerintah Indonesia, khususnya oleh permintaan

Gubernur Kalimantan Utara kepada otoritas di Sabah, untuk menunda

deportasi dengan alasan ketiadaan dana untuk menerima deportan,

dengan mematuhi prosedur penanganan Covid-19, di wilayah perbatasan

Nunukan. Para deportan akhirnya mengalami penyiksaan lebih

lama dalam PTS, yang sudah menjadi problem sejak lama.

Laporan TPF Buruh Migran 061020
.pdf
Download PDF • 8.00MB

14 views0 comments