Jaringan

Kerja

Gotong

Royong

Membangun solidaritas antar warga dalam menanggulangi berbagai bentuk dampak pandemi COVID-19. Inisiatif ini mengemuka dari jaring pertemanan pada simpul Lembaga Bantuan Hukum Bandung. Jaringan kerja ini mempertemukan individu-individu dari berbagai latar belakang organisasi maupun non-organisasi, baik yang berbasis di desa maupun kota, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Kerja jaringan ini terarah guna membantu kelompok-kelompok rentan dan terpinggirkan secara sosial-ekonomi, baik itu kelompok buruh, pekerja informal, transgender, tunawisma, difabel, serta kelompok miskin kota pada umumnya, yang kedudukannya semakin rentan dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. Sebagai sebuah ruang temu publik, jaringan kerja ini berfungsi sebagai sarana komunikasi dan olah gagasan untuk merangkai berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan bersama-sama berdasarkan prinsip solidaritas dalam usaha membantu satu sama lain.

Jaringan ini mengorganisir dua ranah aktivitas: pendidikan publik dan solidaritas distribusi bantuan. Aktivitas pendidikan publik meliputi (re)produksi pengetahuan praktis berkenaan dengan antisipasi penyebaran virus COVID-19 maupun upaya menanggulangi dampak-dampak pandemi. Di samping itu, kami juga mengadakan seri diskusi untuk menggali gagasan dan praktik alternatif dari sistem sosial-ekonomi yang memproduksi ketimpangan. Kami memandang sistem sosial-ekonomi kapitalistik hari ini telah membuat sebagian besar orang mengalami dampak dan kehancuran yang signifikan akibat pandemi. Oleh karena itu visi dan praktik alternatif ihwal cara mengorganisir kehidupan bersama perlu digalakan alih-alih sekedar harapan kembali ke situasi "normal" tanpa ada upaya untuk mengubah sistem tersebut.

Pada level praktis, jaringan kerja bersama simpul Solidaritas Sosial Bandung (SSB) mengorganisir distribusi bantuan dengan prinsip people to people. SSB membuka kanal donasi baik berupa uang maupun barang untuk didistribusikan ke dalam beberapa segmen: penggalaan pertanian di perkotaan (urban farming) sebagai upaya membangun basis pangan kolektif; posko-posko dapur umum dan distribusi makanan siap santap bagi kelompok-kelompok rentan di perkotaan, termasuk pula di titik-titik bencana seperti kawasan banjir di Bandung selatan; serta distribusi bantuan alat kesehatan dan obat-obatan.

Selain itu, jaringan kerja juga membuka beberapa jenis layanan konsultasi publik, diantaranya: konsultani bercocok-tanam, kesehatan, pendidikan daring, advokasi buruh, advokasi minoritas, dan konsultasi psikologi. Pandemi COVID-19 memang telah memporak-porandakan berbagai aspek kehidupan yang telah susah payah dibangun. Namun pandemi ini juga membuka secara terang-terangan ketimpangan yang selama ini kerapkali tertutupi gemerlap kemajuan dan pembangunan.

 

Ketika hasil panen melimpah di perdesaan, banyak orang malah amat kesulitan memperoleh makanan. Ketika komplek-komplek perumahan modern dan apartemen merajai lansekap kota, banyak orang kehilangan dan tidak mampu mengakses tempat tinggal. Ketika sebagian orang stay at home dengan jaminan penghidupan dan keamanan, sebagian lain tinggal di rumah menghadapi kebuntuan atau terpaksa berjibaku di jalanan.

 

Kami percaya bahwa solidaritas antar warga bukanlah sekedar cara dalam membagikan bantuan, namun suatu pernyataan bahwa orang-orang dapat bertahan dan bangkit dengan jalan gotong royong antar sesama alih-alih sekedar mengharap datangnya bantuan negara. Di depan itu, melalui solidaritas antar warga pula, sebuah kemungkinan atau jalan lain untuk mengorganisir kehidupan bersama yang lebih setara dan berpihak pada kebutuhan orang banyak dapat diretas. May the soul vibes melted into the air: power to the people.

2020 Copyleft Jaringan Kerja Gotong Royong

Join our mailing list
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now